Theme Layout

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

Featured Slider Styles

Display Grid Slider

Grid Slider Styles

Display Trending Posts

Display Author Bio

Display Instagram Footer

Dark or Light Style

Tampilkan postingan dengan label Mom & Kiddy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mom & Kiddy. Tampilkan semua postingan
Masalah Erupsi Gigi pada Anak

Masalah Erupsi Gigi pada Anak


Masalah Erupsi Gigi pada Anak

Masalah Erupsi Gigi pada Anak. Erupsi gigi susu biasanya timbul antara usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun. Gigi pertama (gigi depan bawah) sekitar usia 6-8 bulan. Gigi susu anak perempuan tumbuh lebih awal dibanding gigi susu laki-laki. Sedangkan gigi permanen timbul mulai usia 6 tahun.

Baca juga :  Gejala dan Pengobatan Terhadap Alergi Susu

Gigi yang erupsi mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman pada bayi maupun anak.
Gejala dan tanda :
  • Produksi air liur yang berlebihan dan air liur mengalir ke luar mulut
  • Nyeri
  • Perdarahan atau bekuan darah, kadang-kadang dijumpai pada lokasi erupsi
Gejala dan tanda yang tidak berhubungan dengan erupsi gigi (teething) :
  • Demam
  • Infeksi
  • Rewel atau gangguan tidur
Apa yang dapat dilakukan ?
  • Usap gusi anak dengan jari anda. Hal ini menyenangkan bagi anak
  • Dinginkan handuk kecil dan biarkan anak mengigit-gigit atau menghisap handuk kecil tersebut
  • Dapat dicoba pemberian biskuit khusus atau gelang plastik (teething ring/teether) untuk digigit-gigit. Teether dapat didinginkan terlebih dahulu
  • Bersihkan gigi yang baru tumbuh dengan lidi kapas (cotton bud) dan air bila terlihat ada kotoran. Gosok gigi secara teratur, dianjurkan mulai umur 2-3 tahun. Mulai umur ini anak mulai meniru orangtua termasuk dalam hal mengosok gigi
  • Kunjungan ke dokter gigi dianjurkan mulai umur 2-3 tahun
  • Obat-obatan umumnya tidak diperlukan untuk masalah erupsi gigi
Baca selengkapnya »
dunia orange
0 Comments

You Might Also Like

Gejala dan Pengobatan Terhadap Alergi Susu

Gejala dan Pengobatan Terhadap Alergi Susu


Gejala dan Pengobatan Terhadap Alergi Susu

Gejala dan Pengobatan Terhadap Alergi Susu. Alergi susu dapat diartikan ketika sistem kekebalan anak keliru dalam mengenali protein susu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. Inilah awal dari reaksi alergi yang dapat menyebabkan bayi mengalami iritasi, gangguan pencernaan dan gejala penyakit lainnya. Kebanyakan bayi yang alergi susu sapi akan mengalami hal sama pula dengan susu kambing dan susu domba, bahkan ada juga beberapa diantaranya alergi dengan protein susu kedelai.

Bila dibandingkan kecenderungan alergi susu maka bayi yang minum ASI lebih rendah terkena alergi daripada bayi yang minum susu formula. Tapi para peneliti belum menemukan jawaban mengapa sebagian anak-anak bisa mengalami alergi sedangkan yang lainnya tidak. Pada banyak kasus, faktor genetik (bawaan dari orang tua) menjadi penyebab alergi.

Alergi susu, sejatinya, akan hilang dengan sendiri saat si kecil berusia 3 – 5 tahun, tapi ada juga yang tidak hilang alias menetap. Alergi susu berbeda dengan lactose intolerance, yaitu suatu kondisi ketidakmampuan lambung dalam mentoleransi gula laktosa yang biasanya umum terjadi pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa dibandingkan bayi.

Baca juga : Bagaimana membicarakan narkoba kepada anak?

Gejala alergi susu

  1. Biasanya muncul pada beberapa bulan pertama kehidupan bayi atau sekitar 7 – 10 hari setelah mengkonsumsi protein susu sapi.
  2. Bayi mengalami muntah, penolakan makanan, kolik, dan gangguan kulit berupa bintik-bintik merah.
  3. Pada kondisi tertentu selain muntah juga dibarengi suara ‘wheezing’, gatal-gatal pada kulit, diare berdarah. Alergi yang parah berpotensial mengarah pada anafilaksis yang mengenai kulit bayi, lambung, pernafasan, dan tekanan darah. Tapi hal ini jarang terjadi dan kalau pun muncul biasanya lebih disebabkan karena alergi terhadap bahan makanan tertentu daripada karena alergi susu.

Bagaimana bila si kecil mengalami alergi susu?

  1. Hubungi dokter,agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik dan diketahui penyebab alergi susu , apakah faktor bawaan dari orang tua atau alergi makanan tertentu.
  2. Tak ada pemeriksaan laboratorium tunggal yang akurat dalam mendiagnosa alergi susu, jadi jangan heran bila dokter meminta si kecil untuk menjalani serangkaian tes.
  3. Dokter akan melakukan pemeriksaan darah dan kulit, dengan cara menyuntikkan sedikit susu protein ke bawah permukaan kulit si kecil dengan menggunakan jarum. Jika muncul bintik merah maka dapat dipastikan si kecil memiliki alergi susu.

Pengobatan terhadap alergi susu

Jika bayi anda memiliki alergi susu dan anda sendiri sedang menyusui, maka sangat penting untuk kembali membatasi makanan yang dikonsumsi karena jenis bahan makanan pencetus alergi (alergen) dapat masuk ke susu anda. Anda mungkin dapat berkonsultasi dengan ahli diet agar dapat mengetahui alternatif sumber kalsium dan nutrisi penting lainnya yang dapat menggantikan bahan makanan pencetus alergi tersebut.Sejak Januari 2006, seluruh produsen makanan harus mencantumkan secara jelas komposisi bahan pada label produk terutama yang terbuat dari susu. Perlu diingat, makanan yang diproduksi sebelum Januari 2006 banyak yang tidak menyertakan informasi tentang komposisi bahan yang dapat menjadi pencetus alergi.Jika bayi anda minum susu formula, maka dokter akan menganjurkan anda untuk beralih ke susu kedelai. Jika bayi anda tidak tahan terhadap protein kedelai, maka akan diganti ke susu formula hypoallergen, yang mana proteinnya sudah dipecah menjadi partikel yang lebih kecil sehingga mampu meminimalisir reaksi alergi.

Baca juga : Mendorong Batita Bereksplorasi Secara Aman

Ada dua tipe susu formula hypoalergen yang tersedia, yaitu :
  1. Susu formula yang sudah dihidrolisasi dengan kandungan protein susu sapi yang kemudian dipecah ke bentuk partikel yang lebih kecil sehingga alergennya pun berkurang jauh bila dibandingkan susu formula biasa. Kebanyakan bayi yang memiliki alergi susu cocok dengan formula ini, hanya sedikit yang tidak.
  2. Susu formula bayi berdasarkan asam-amino, yang mengandung protein dalam bentuk sederhana. Susu ini diberikan hanya bila kondisi alergi bayi anda tidak membaik meski telah mengkonsumsi susu hidrolisasi.
Ada juga susu formula hidrolisasi parsial atau sebagian yang beredar di pasaran, tapi tidak 100% hypoalergenik dan masih dapat menimbulkan reaksi alergi.

Susu formula yang beredar di pasaran sekarang dikeluarkan oleh US Food and Drug Administration (US FDA) dan dibuat sedemikian rupa sehingga tidak dapat ditiru. Susu kambing, air beras, atau susu kacang almond tidak aman dan tidak direkomendasikan untuk bayi.

Sekali anda mengganti susu formula bayi dengan yang lain, maka gejala alergi seharusnya akan menghilang dalam 2 – 4 minggu. Dokter anak anda mungkin akan merekomendasikan kepada anda untuk tetap mengkonsumsi susu tersebut sampai usianya menginjak satu tahun, baru kemudian secara perlahan perkenalkan susu sapi lewat menu diet si kecil. Paling penting rajin berkonsultasi dengan dokter anak anda.
Baca selengkapnya »
dunia orange
0 Comments

You Might Also Like

Bagaimana membicarakan narkoba kepada anak?

Bagaimana membicarakan narkoba kepada anak?


Bagaimana membicarakan narkoba kepada anak?

Bagaimana membicarakan narkoba kepada anak?. Baru-baru ini kita dikejutkan adanya coklat berisi narkoba yang dikonsumsi secara tidak sengaja oleh beberapa orang anak TK. Akibatnya, anak-anak tersebut harus menginap di rumah sakit beberapa hari. Meskipun kini mereka telah kembali ke rumah, tapi pengobatan perl dilanjutkan dalam hal ini merupakan masa pemulihan. Menurut salah seorang psikiater khusus narkoba, mereka dianjurkan menjalani beberapa terapi dan sesi konsultasi agar efek dari sisa narkoba dapat benar-benar hilang dari tubuhnya.

Bagaimana membicarakan narkoba kepada anak?

Melihat kenyataan yang terjadi sekarang ditambah tak seorang pun bisa kebal terhadap narkoba maka perlu adanya suatu bentuk tindakan pencegahan. Kita perlu lho memperkenalkan soal narkoba kepada anak-anak sebelum mereka mendapatkan informasi yang salah dari sumber yang tidak bertanggungjawab. Membahas soal narkoba juga tentunya diberikan dengan bahasa yang bisa dimengerti mereka sesuai usia dan perbendaharaan kosa katanya. Yuk kita simak kiat-kiat Bagaimana membicarakan narkoba kepada anak

Usia pra sekolah – usia 7 tahun

Pada usia ini, mulailah dengan hal sederhana, seperti pada saat anda memberinya obat ketika ia sedang sakit atau anggota keluarga yang lain. Ceritakan apa manfaat dan efek samping obat tersebut terhadap tubuh kita. Atau ketika anda dan si kecil melihat papan reklame rokok di jalan atau di TV, jelaskan padanya apa itu rokok, nikotin, dan bagaimana pengaruh buruk rokok atau jenis narkoba lainnya. Ada baiknya anda observasi dulu dan membekali diri dengan informasi tersebut sebelum menghadapi keingintahan si kecil.

Baca juga : Mendorong Batita Bereksplorasi Secara Aman

Usia 8-12 tahun

Seiring pertambahan usianya, anda bisa memulai diskusi dengan menanyakan pendapat anak tentang narkoba. Ajukan pertanyaan secara terbuka, tidak memihak, dan lebih kepada meminta perhatiannya.

Anak-anak usia ini biasanya masih suka membicarakan hal-hal seputar perasaan mereka. Pertahankan hubungan ini agar semakin meningkat usianya dia tetap terbuka pada anda.

Meskipun pertanyaan yang anda ajukan atau jawaban yang dia berikan belum merupakan suatu kesimpulan dari diskusi, its okay, yang penting dia merasa yakn bahwa anda orang yang tepat untuk diajak berbicara dan bisa diandalkan olehnya saat ia memerlukan bantuan di kemudian hari.

Selain itu, jadikan berita yang sedang hangat-hangatnya atau sebuah perhelatan akbar olahr sebagai ajang diskusi, seperti jeis pertandingan, atletnya, larangan doping, dan lain-lain.

Usia 13-17 tahun

Pada usia ini, anak sudah muncul keingintahuan dan perduli kepada orang lain yang memakai alkohol atau narkoba. Bagaimana pengaruhnya terutama bila si pemakai sedang mnegendarai kendaraan. Ungkapkan pula konsekuensi yang harus dihadapi yaitu penjara atau bahkan kematian.
Baca selengkapnya »
dunia orange
0 Comments

You Might Also Like

Mendorong Batita Bereksplorasi Secara Aman

Mendorong Batita Bereksplorasi Secara Aman


Mendorong Batita Bereksplorasi Secara Aman
https://www.ibudanbalita.com/
Mendorong Batita Bereksplorasi Secara Aman. Eksplorasi menjelajahi lingkungan dalam dan rumah dengan pengawasan yang tepat sangat penting bagi perkembangan emosi, sosial, dan fisik batita. Biarkan mereka belajar banyak tentang dunia dan mekanismenya. Seperti halnya kita mengenal jeruk tidak hanya dari warna kulitnya yang orange, tapi juga tekstur kulit yang khas dan rasanya yang manis. Selain itu dengan bereksplorasi, batita berkesempatan mengembangkan kemampuan motoriknya. Membiarkan mereka bereksplorasi sama dengan berolahraga yang cukup dan sesuai dengan usianya.

Mendorong Batita Bereksplorasi Secara Aman

Berdasarkan rekomendasi latihan fisik yang dianjurkan untuk anak usia 12-36 bulan yaitu ;
  • minimal 30 menit aktivitas fisik terarah (dipandu orang dewasa)
  • minimal 60 menit aktivitas fisik bebas

Beberapa jenis permainan in door :

  • Permainan kaca. Dengan berdiri di depan kaca, minta anak untuk menunjuk anggota tubuhnya sesuai kata-kata anda.
  • Peralatan dapur. Gunakan peralatan dapur atau memasak yang dapat dipakai untuk bermain seperti panci, sendok, dan peraltanlan yang aman ia pakai. Tentu saja benda yang tajam tidak termasuk.
  • Mainan bertekstur sangat disukai batita. Batita juga menyukai permainan lipat kertas, kertas berperekat, dan boneka bertekstur.
  • Kotak berisi mainan peralatan kebersihan rumah, seperti sikat, sapu, spons atau kontainer berisi piring dan cangkir plastik dan lain-lain.

Permainan out door :

  • Bermain bola dengan beragam jenis bola.
  • Bermain pasir seperti di pantai.
  • Bermain di tanah sambil merasakan dedaunan, batu, ranting pohon, atau mengumpulkan serangga.
  • Bermain kapur tulis dan biarkan mereka mengeksprasikan coretannya dalam wadah yang anda sediakan. Pastikan menggunakan kapur yang aman dan awasi dia selama bermain serta mencuci tangan setelah selesai.
  • Rekreasi ke taman bermain atau tempat hiburan out door.

Tips aman dan menyenangkan saat bereksplorasi

  • Biarkan anak bermain dengan bebas dan leluasa tapi tetap dalam pengawasan anda.
  • Utamakan keselamatan anak, bila permainannya menyerempet bahaya, segera hentikan anak dari permainan tersebut.
  • Ingat selalu “Semua permainan merupakan bagian dari proses belajar”.
Baca selengkapnya »
dunia orange
0 Comments

You Might Also Like